Senin, 07 Mei 2012
PEWARISAN BUDAYA JAWA
I. Pendahuluan
Sebenarnya judul yang diberikan oleh panitia adalah “Budaya Lokal sebagai Warisan
Budaya Bangsa”.Berdasarkan pemahaman penulis, budaya bangsa itu dibentuk dari unggulanunggulan
yang ada pada budaya-budaya lokal se-Nusantara. Dengan demikian budayabudaya
lokal yang ada di Nusantara muncul dan eksis lebih dulu, sedangkan budaya
bangsa muncul sesudahnya, tepatnya sesudah Negara Republik Kesatuan Indonesia
diproklamirkan. Jadi, budaya bangsa mewarisi nilai-nilai unggulan dari budaya-budaya
lokal, dan bukan sebaliknya. Budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia selanjutnya
menjadi warisan budaya (cultural heritage) bagi bangsa Indonesia. Karena itu judul
makalah ini disesuaikan menjadi seperti tersebut pada bagian depan makalah ini.
II. Beberapa pengertian
Masyarakat terbentuk melalui sejarah yang panjang, perjalanan berliku, tapak demi tapak,
trial and error. Pada titik-titik tertentu terdapat peninggalan-peninggalan yang eksis atau
terekan sampai sekarang yang kemudian menjadi warisan budaya. Warisan budaya,
menurut Davidson (1991:2) diartikan sebagai ‘produk atau hasil budaya fisik dari tradisitradisi
yang berbeda dan prestasi-prestasi spiritual dalam bentuk nilai dari masa lalu yang
menjadi elemen pokok dalam jatidiri suatu kelompok atau bangsa’. Jadi warisan budaya
merupakan hasil budaya fisik (tangible) dan nilai budaya (intangible) dari masa lalu.
Nilai budaya dari masa lalu (intangible heritage) inilah yang berasal dari budaya-budaya
lokal yang ada di Nusantara, meliputi: tradisi, cerita rakyat dan legenda, bahasa ibu,
*)
Makalah disampaikan pada Dialog Budaya Daerah Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh
Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah, di Semarang 8 - 9 Mei 2007.
sejarah lisan, kreativitas (tari, lagu, drama pertunjukan), kemampuan beradaptasi dan
keunikan masyarakat setempat (Galla, 2001: 12) Kata lokal disini tidak mengacu pada
wilayah geografis, khususnya kabupaten/kota, dengan batas-batas administratif yang
jelas, tetapi lebih mengacu pada wilayah budaya yang seringkali melebihi wilayah
administratif dan juga tidak mempunyai garis perbatasan yang tegas dengan wilayah
budaya lainnya. Kata budaya lokal juga bisa mengacu pada budaya milik penduduk asli
(inlander) yang telah dipandang sebagai warisan budaya. Berhubung pelaku
pemerintahan Republik Indonesia adalah bangsa sendiri, maka warisan budaya yang ada
menjadi milik bersama. Ini berbeda situasinya dengan Negara Australia dan Amerika
yang warisan budayanya menjadi milik penduduk asli secara eksklusif sehingga
penduduk asli mempunyai hak untuk melarang setiap kegiatan pemanfaatan yang akan
berdampak buruk pada warisan budaya mereka (Frankel, 1984).
Warisan budaya fisik (tangible heritage) sering diklasifikasikan menjadi warisan budaya
tidak bergerak (immovable heritage) dan warisan budaya bergerak (movable heritage).
Warisan budaya tidak bergerak biasanya berada di tempat terbuka dan terdiri dari: situs,
tempat-tempat bersejarah, bentang alam darat maupun air, bangunan kuno dan/atau
bersejarah, patung-patung pahlawan (Galla, 2001: 8). Warisan budaya bergerak biasanya
berada di dalam ruangan dan terdiri dari: benda warisan budaya, karya seni, arsip,
dokumen, dan foto, karya tulis cetak, audiovisual berupa kaset, video, dan film (Galla,
2001: 10).
Pasal 1 the World Heritage Convention membagi warisan budaya fisik menjadi 3
kategori, yaitu monumen, kelompok bangunan, dan situs (World Heritage Unit, 1995:
45). Yang dimaksud dengan monument adalah hasil karya arsitektur, patung dan lukisan
yang monumental, elemen atau struktur tinggalan arkeologis, prasasti, gua tempat tinggal,
dan kombinasi fitur-fitur tersebut yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, budaya dan
ilmu pengetahuan. Yang dimaksud dengan kelompok bangunan adalah kelompok
bangunan yang terpisah atau berhubungan yang dikarenakan arsitekturnya,
homogenitasnya atau posisinya dalam bentang lahan mempunyai nilai penting bagi
sejarah, budaya dan ilmu pengetahuan. Yang dimaksud dengan situs adalah hasil karya
manusia atau gabungan karya manusia dan alam, wilayah yang mencakup lokasi yang
mengandung tinggalan arkeologis yang mempunyai nilai penting bagi sejarah, estetika,
etnografi atau antropologi.
Warisan budaya fisik dalam pasal 1 Undang-undang Nomor 5 tahun 1992 tentang Benda
Cagar Budaya disebut sebagai ‘benda cagar budaya’ yang berupa benda buatan manusia
dan benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan
dan kebudayaan, sedangkan lokasi yang mengandung atau diduga mengandung benda
cagar budaya disebut ‘situs’ (pasal 2 Undang-undang Nomor 5 tahun 1992). Benda cagar
budaya dan situs dipelajari secara khusus dalam disiplin ilmu Arkeologi yang berupaya
mengungkapkan kehidupan manusia di masa lalu melalui benda-benda yang
ditinggalkannya. Ini berbeda dengan disiplin ilmu Sejarah yang berupaya
mengungkapkan kehidupan manusia di masa lalu melalui bukti-bukti tertulis yang
ditinggalkannya.
III. Pelestarian budaya lokal
Beragam wujud warisan budaya lokal memberi kita kesempatan untuk mempelajari
kearifan lokal dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di masa lalu. Masalahnya
kearifan local tersebut seringkali diabaikan, dianggap tidak ada relevansinya dengan
masa sekarang apalagi masa depan. Dampaknya adalah banyak warisan budaya yang
lapuk dimakan usia, terlantar, terabaikan bahkan dilecehkan keberadaannya. Padahal
banyak bangsa yang kurang kuat sejarahnya justru mencari-cari jatidirinya dari tinggalan
sejarah dan warisan budayanya yang sedikit jumlahnya. Kita sendiri, bangsa Indonesia,
yang kaya dengan warisan budaya justru mengabaikan asset yang tidak ternilai tersebut.
Sungguh kondisi yang kontradiktif.
Kita sebagai bangsa dengan jejak perjalanan sejarah yang panjang sehingga kaya dengan
keanekaragaman budaya lokal seharusnya mati-matian melestarikan warisan budaya yang
sampai kepada kita. Melestarikan tidak berarti membuat sesuatu menjadi awet dan tidak
mungkin punah. Melestarikan berarti memelihara untuk waktu yang sangat lama. Jadi
upaya pelestarian warisan budaya lokal berarti upaya memelihara warisan budaya lokal
untuk waktu yang sangat lama.
Karena upaya pelestarian merupakan upaya memelihara untuk waktu yang sangat lama
maka perlu dikembangkan pelestarian sebagai upaya yang berkelanjutan (sustainable).
Jadi bukan pelestarian yang hanya mode sesaat, berbasis proyek, berbasis donor dan elitis
(tanpa akar yang kuat di masyarakat). Pelestarian tidak akan dapat bertahan dan
berkembang jika tidak didukung oleh masyarakat luas dan tidak menjadi bagian nyata
dari kehidupan kita. Para pakar pelestarian harus turun dari menara gadingnya dan
merangkul masyarakat menjadi pecinta pelestarian yang bergairah. Pelestarian jangan
hanya tinggal dalam buku tebal disertasi para doktor, jangan hanya diperbincangkan
dalam seminar para intelektual di hotel mewah, apalagi hanya menjadi hobi para orang
kaya. Pelestarian harus hidup dan berkembang di masyarakat. Pelestarian harus
diperjuangkan oleh masyarakat luas (Hadiwinoto, 2002: 30).
Singkat kata pelestarian akan dapat sustainable jika berbasis pada kekuatan dalam,
kekuatan lokal, kekuatan swadaya. Karenanya sangat diperlukan penggerak, pemerhati,
pecinta dan pendukung dari berbagai lapisan masyarakat. Untuk itu perlu
ditumbuhkembangkan motivasi yang kuat untuk ikut tergerak berpartisipasi
melaksanakan pelestarian, antara lain:
1. Motivasi untuk menjaga, mempertahankan dan mewariskan warisan budaya yang
diwarisinya dari generasi sebelumnya;
2. Motivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kecintaan generasi penerus
bangsa terhadap nilai-nilai sejarah kepribadian bangsa dari masa ke masa melalui
pewarisan khasanah budaya dan nilai-nilai budaya secara nyata yang dapat dilihat,
dikenang dan dihayati;
3. Motivasi untuk menjamin terwujudnya keragaman atau variasi lingkungan
budaya;
4. Motivasi ekonomi yang percaya bahwa nilai budaya local akan meningkat bila
terpelihara dengan baik sehingga memiliki nilai komersial untuk meningkatkan
kesejahteraan pengampunya; dan
5. Motivasi simbolis yang meyakini bahwa budaya lokal adalah manifestasi dari
jatidiri suatu kelompok atau masyarakat sehingga dapat menumbuhkembangkan
rasa kebanggaan, harga diri dan percaya diri yang kuat.
Dari penjelasan diatas dapat diketahi bahwa pelestarian budaya lokal juga mempunyai
muatan ideologis yaitu sebagai gerakan untuk mengukuhkan kebudayaan, sejarah dan
identitas (Lewis, 1983: 4), dan juga sebagai penumbuh kepedulian masyarakat untuk
mendorong munculnya rasa memiliki masa lalu yang sama diantara anggota komunitas
(Smith, 1996: 68).
IV. Penutup
Budaya lokal yang beraneka ragam merupakan warisan budaya yang wajib dilestarikan.
Ketika bangsa lain yang hanya sedikit mempunyai warisan budaya lokal berusaha keras
untuk melestarikannya demi sebuah identitas, maka sungguh naïf jika kita yang memiliki
banyak warisan budaya lokal lantas mengabaikan pelestariannya demi menggapai burung
terbang sementara punai di tangan dilepaskan.
Rabu, 25 April 2012
KEBUDAYAAN JAWA TIMUR
Budaya Jawa Timur Kebudayaan Daerah Jatim - Banyak hal menarik dari seni dan kebudayaan yang terdapat di propinsi Jawa Timur. Banyak kesenian khas yang menjadi ciri khas dari budaya yang terdapat di daerah Jawa Timur.
Propinsi yang ada di bagian timur pulau jawa ini memiliki banyak keunikan, diantaranya adalah kebudayaan dan adat istiadat dari di Jawa Timur. Namun banyak di antaran kebudayaan Jawa Timur menerima pengaruh dari propinsi Jawa Tengah. Contohnya adanya kawasan yang dikenal sebagai Mataraman. Hal ini menunjukkan bahwa di daerah kawasan tersebut dulunya merupakan daerah kekuasaan dari Kesultanan Mataram. Daerah tersebut terdapat di eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan), eks-Karesidenan Kediri (Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek) dan sebagian Bojonegoro.
Seperti halnya di propinsi Jawa Tengah, seni wayang kulit dan ketoprak juga sangat populer di kawasan ini. Namun sayang, perlu adanya usaha untuk mempertahankan kedua kesenian tersebut agar tidak di lupakan oleh generasi penerus. Dalam hal kebudayaan kehidupan masyarakat desa di Jawa Timur, hampir sama dengan yang terdapat di Jawa Tengah. Kehidupan masyarakat sehari-hari memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Beberapa kesamman tersebut di antaranya adanya berbagai macam upacara adat yang diselenggarakan oleh masyarakat seperti acara tingkepan yaitu upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama, babaran yaitu upacara menjelang lahirnya bayi , hari sepasaran yaitu upacara setelah bayi berusia lima hari , pitonan yaitu upacara setelah bayi berusia tujuh bulan.
Dalam hal perkawinan kebanyakan penduduk Jawa Timur menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan proses lamaran, dari pihak laki-laki melakukan acara nako'ake yaitu menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami, baru setelah itu dilakukan peningsetan atau lamaran.
Daerah yang ada di Jawa Timur memiliki sejumlah kesenian khas. Ludruk adalah salah satu contoh kesenian yang berasal dari Jawa Timur dan sudah cukup terkenal. Ludruk adalah sebuah seni panggung yang umumnya di perankan oleh laki-laki. Cerita kesenian ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata dan seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. Saat ini kelompok ludruk tradi
Salah satu kebudaan yang juga sangat terkenal di Jawa timur adalah Reog yang berasal dari Ponorogo. Karena kesenian reog ini pernak di klaim sebagai milik negara malaysia sehingga telah dipatenkan sejak tahun 2001. Kesenian reog Ponorogo kini juga menjadi icon dari kesenian yang berasal dari Jawa Timur.
Sedangkan seni tari tradisional yang di Jawa Timur dapat dikelompokkan dalam gaya Jawa Tengahan, gaya Jawa Timuran, tarian Jawa gaya Osing, dan trian gaya Madura. Seni tari klasik yang berasal dari propinsi Jawa Timur antara lain tari gambyong, tari srimpi, tari bondan, dan kelana.
Selasa, 03 April 2012
MAKALAH DEMOKRASI PANCASILA
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Apakah demokrasi itu? Apakah negara ini sudah demokrasi? Sengaja pertanyaanini kami munculkan karena teman-teman mungkin sudah mengerti dengan pertanyaanyang kami ajukan tersebut di atas. Karena kami punya pandangan produk dan atributyang berkaitan dengan demokrasi itu merupakan produk luar negeri. Sedangkan negarakita sendiri tidak memiliki kejelasan yang tepat tentang demokrasi itu sendiri. Lalu kalaukita melihat bentuk demokrasi dalam struktur pemerintahan kita dari level negara, provinsi, kabupaten, hingga kecamatan hampir dapat dipastikan di level ini hanya proses pembuatan kebijakan sementara kalau kita mencari demokrasi yang berupa ciri khas yangdapat mewakili bahwa negara kita mempunyai diri demokrasi tersendiri itu dapat dilihatdi level desa. Bagaimana seperti ditulis almarhum Moh. Hatta bahwa,”Di desa-desasistem yang demokrasi masih kuat dan hidup sehat sebagai bagian adat istiadat yanghakiki.” Dasarnya adalah pemilikan tanah yang komunal yaitu setiap orang yang merasa bahwa ia harus bertindak berdasarkan persetujuan bersama. Struktur demokrasi yanghidup dalam diri bangsa Indonesia harus berdasarkan demokrasi asli yang berlaku didesa. Gambaran dari tulisan almarhum ini tidak lain dari pola-pola demokrasi tradisionalyang dilambangkan oleh musyawarah dalam pencapaian keputusan dan gotong royongdalam pelaksanaan keputusannya tersebut. (Prijono Tjiptoherijanto dan Yomiko M.Prijono, 1983 hal 17-19). Dari gambaran di atas, kami rasa hal ini pula yangmenginspirasi demokrasi pancasila yang selalu menjadi Kiblat negara kita dalammenapaki kehidupan berbangsa dan bernegara masih perlu ditelaah atau dikaji secaralebih dalam lagi. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dannegara Indonesia yang dijiwai dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila yangtidak mungkin terlepas dari rasa kekeluargaan. Akan tetapi yang menjadi pandangan kitasekarang. Mengapa negara ini seperti mengalami sebuah kesulitan besar dalammelahirkan demokrasi. Banyak para ahli berpendapat bahwa demokrasi pancasila itumerupakan salah satu demokrasi yang mampu menjawab tantangan jaman karena semuakehidupan berkaitan erat dengan nilai luhur Pancasila. Dalam hal ini kita ambil saja salahsatu ahli Nasional Prof. Dardji Darmodihardjo, S.H. beliau mempunyai Pandangan bahwademokrasi Pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber kepada kepribadian danfalsafah hidup bangsa Indonesia yang terwujudnya seperti dalam ketentuan-ketentuan pembukaan UUD 1945. lain hal lagi dengan Prof. dr. Drs. Notonegoro,S.H. mengatakandemokrasi pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat yang dipimpin olehhikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berke-Tuhan-nan YangMaha Esa, yang Berkepribadian Kemanusiaan yang Adil dan Beradab yangmempersatukan Indonesia dan yang berkedaulatan seluruh rakyat.
B.PERMASALAHAN
Adapun masalah yang ditinjau dan dianalisis adalah antar lain:
-Demokrasi
-Demokratisasi
-Demokrasi Pancasila
-Aspek demokrasi
C.TUJUAN
Agar kita dapat membedakan antara paham demokrasi satu dengan demokrasiyang kita pakai di Indonesia. Sehingga kita dapat mengerti apa sisi yang unggul di dalamdemokrasi Pancasila.
TINJAUAN TEORI
Dalam tataran normatif, prinsip-prinsip demokrasi universal dapat kita pelajaridari berbagai tulisan. Namun, dalam tahap penerapannya kadang terjadi perbedaan atau bahkan dipraktekkan secara salah. Dalam hal ini beberapa faktor seperti faktor mentaldan sosio-kultural sangat berpengaruh. Demokrasi selalu mencoba melakukan pengaturanmengenai “Distribusi apa saja” yang diperebutkan dan mengatur cara-cara pendistribusiannya.Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang baru saja membangundemokrasi setelah keluar dari otoritarianisme orde baru pada tahun 1998. meskidemikian hingga kini banyak kalangan berpendapat bahwa Indonesia masih dalam tahap“Demokratisasi”. Artinya demokrasi yang kini coba kita bangun belum benar-benar berdiri dengan mantap. Masih banyak hal yang perlu dibangun, bukan hanya berkaitandengan sistem politik, tetapi juga budaya, hukum, dan perangkat-perangkat lain yang penting bagi tumbuhnya demokrasi dan masyarakat madani.Sebagai sebuah gagasan, demokrasi sebenarnya sudah banyak dibahas atau bahkan dicoba diterapkan di Indonesia. Pada awal kemerdekaan Indonesia berbagai haldengan negara-masyarakat telah diatur dalam UUD 1945. Para pendiri bangsa berharapagar terwujudnya pemerintahan yang segenap tumpah darah Indonesia, mewujudkankesejahteraan umum dan ikut serta dalam perdamaian dunia. Semua itu merupakangagasan-gagasan dasar yang melandasi kehidupan negara yang demokratis.
ANALISIS DAN PEMBAHASANYA.
Pengertian Demokrasi Pancasila
a.Prof. Dardji Darmodihardjo,S.H.Demokrasi pancasila adalah Paham demokrasi yang bersumber pada kepribadiandan falsafah hidup bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti dalam ketentuan-ketentuan seperti dalam pembukaan UUD 1945. b.Prof. dr. Drs. Notonagoro,S.H.Demokrasi pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berketuhanan Yang Maha Esa,yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab, yang mempersatukan Indonesia danyang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.c.Ensiklopedi IndonesiaDemokrasi Indonesia berdasarkan Pancasila yang meliputi bidang-bidang politik sosial ekonomi, serta yang dalam penyelesaian masalah-masalah nasional berusahasejauh mungkin menempuh jalan permusyawaratan untuk mencapai mufakat.
B.ASPEK DEMOKRASI
Berdasarkan pengertian dan Pendapat tentang demokrasi Pancasila dapatdikemukakan aspek-aspek yang terkandung di dalamnya.a.Aspek Material (Segi Isi/Subsrtansi)Demokrasi Pancasila harus dijiwai dan diintegrasikan oleh sila-sila lainnya.Karena itulah, pengertian demokrasi pancasila tidak hanya merupakan demokrasi politik tetapi juga demokrasi ekonomi dan sosial (Lihat amandemen UUD 1945 dan penyelesaiannya dalam pasal 27,28.29,30,31, 32, 33. dan 34). b.Aspek FormalMempersoalkan proses dan cara rakyat menunjuk wakil-wakilnya dalam badan- badan perwakilan rakyat dan pemerintahan dan bagaimana mengatur permusyawaratanwakil-wakil rakyat secara bebas, terbuka, dan jujur untuk mencapai kesepakatan bersama.c.Aspek Normatif Mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang membimbing dan menjadikriteria pencapaian tujuan.d.Aspek Optatif Mengetengahkan tujuan dan keinginan yang hendak dicapai.e.Aspek OrganisasiMempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksaan demokrasi pancasila dimana wadah tersebut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai.f.Aspek KejiwaanMenjadi semangat para penyelenggara negara dan semangant para pemimpin pemerintah.
C.PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI
Adapun Prinsip-prinsip Pancasila:a.Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia b.Keseimbangan antara hak dan kewajibanc.Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepadaTuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, dan orang laind.Mewujudkan rasa keadilan sosiale.Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat.f.Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaang.Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.
D.Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dalam Waktu 50 Tahun
a.Periode 1945-1949 dengan Undang-Undang 1945 seharusnya berlakudemokrasi Pancasila, namun dalam penerapan berlaku demokrasi Liberal. b.Periode 1949-1950 dengan konstitusi RIS berlaku demokrasi liberal.c.Periode 1950- 1959 UUDS 1950 berlaku demokrasi Liberal dengan multi-Partaid.Periode 1959-1965 dengan UUD 1945 seharusnya berlaku demokrasiPancasila namun yang diterapkan demokrasi terpimpin ( cenderungotoriter)e.Periode 1966-1998 dengan UUD 1945 berlaku demokrasi Pancasila(cenderung otoriter)f.Periode 1998- sekarang UUD 1945, berlaku Demokrasi Pancasila( cenderung ada perubahan menuju demokratisasi).
D.KESIMPULAN
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa demokrasi yang ada di indonesia dapat berubah secara berkala dari kurun waktu ke waktu.Karena adanya pertimbangan-pertimbangan kekuasaan negara terpimpin oleh pemerintah kita.Namun kita harus mengetahui bahwa demokrasi adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwaidan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Adapun aspek dari DemokrasiPancasila antara lain di bidang aspek Aspek Material (Segi Isi/Subsrtansi), Aspek Formal, Aspek Normatif, Aspek Optatif, Aspek Organisasi, Aspek Kejiwaan.
E.PENUTUP
Sekian makalah yang saya saya muat dan kerjakan, sekiranya dapat bermanfaat untuk kita semua dan sebagai tugas pelengkap saya.Walaupun debahagian dari makalah ini tidak sepenuhnya dikerjakan sendiri,dan dengan bantuan dari teknologi saat skarang ini yang dengan mudah di akses, sehinngga makalah saya ini delesai dengan tepat waktu.Demokrasi sesungguhnya demokrasi yang benar-benar sesuai aturan yang ditetapkan oleh negara dan hukum.Semoga demokrasi di Indonesia menjadi panutan kita semua, dan bisa dicontohkan oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan membawa masyarakatnya makmur dan sentausa.
Daftar Pustaka
MM, Drs. Budiyanto.2002.Kewarganegaraan SMA Untuk Kelas X.Jakarta: Erlangga.
Dkk, Suardi Adubakar. 2002.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk Kelas2 SMU.Bogor: Yudistira.
Scribd.
Google.
A.LATAR BELAKANG
Apakah demokrasi itu? Apakah negara ini sudah demokrasi? Sengaja pertanyaanini kami munculkan karena teman-teman mungkin sudah mengerti dengan pertanyaanyang kami ajukan tersebut di atas. Karena kami punya pandangan produk dan atributyang berkaitan dengan demokrasi itu merupakan produk luar negeri. Sedangkan negarakita sendiri tidak memiliki kejelasan yang tepat tentang demokrasi itu sendiri. Lalu kalaukita melihat bentuk demokrasi dalam struktur pemerintahan kita dari level negara, provinsi, kabupaten, hingga kecamatan hampir dapat dipastikan di level ini hanya proses pembuatan kebijakan sementara kalau kita mencari demokrasi yang berupa ciri khas yangdapat mewakili bahwa negara kita mempunyai diri demokrasi tersendiri itu dapat dilihatdi level desa. Bagaimana seperti ditulis almarhum Moh. Hatta bahwa,”Di desa-desasistem yang demokrasi masih kuat dan hidup sehat sebagai bagian adat istiadat yanghakiki.” Dasarnya adalah pemilikan tanah yang komunal yaitu setiap orang yang merasa bahwa ia harus bertindak berdasarkan persetujuan bersama. Struktur demokrasi yanghidup dalam diri bangsa Indonesia harus berdasarkan demokrasi asli yang berlaku didesa. Gambaran dari tulisan almarhum ini tidak lain dari pola-pola demokrasi tradisionalyang dilambangkan oleh musyawarah dalam pencapaian keputusan dan gotong royongdalam pelaksanaan keputusannya tersebut. (Prijono Tjiptoherijanto dan Yomiko M.Prijono, 1983 hal 17-19). Dari gambaran di atas, kami rasa hal ini pula yangmenginspirasi demokrasi pancasila yang selalu menjadi Kiblat negara kita dalammenapaki kehidupan berbangsa dan bernegara masih perlu ditelaah atau dikaji secaralebih dalam lagi. Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dannegara Indonesia yang dijiwai dan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila yangtidak mungkin terlepas dari rasa kekeluargaan. Akan tetapi yang menjadi pandangan kitasekarang. Mengapa negara ini seperti mengalami sebuah kesulitan besar dalammelahirkan demokrasi. Banyak para ahli berpendapat bahwa demokrasi pancasila itumerupakan salah satu demokrasi yang mampu menjawab tantangan jaman karena semuakehidupan berkaitan erat dengan nilai luhur Pancasila. Dalam hal ini kita ambil saja salahsatu ahli Nasional Prof. Dardji Darmodihardjo, S.H. beliau mempunyai Pandangan bahwademokrasi Pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber kepada kepribadian danfalsafah hidup bangsa Indonesia yang terwujudnya seperti dalam ketentuan-ketentuan pembukaan UUD 1945. lain hal lagi dengan Prof. dr. Drs. Notonegoro,S.H. mengatakandemokrasi pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat yang dipimpin olehhikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berke-Tuhan-nan YangMaha Esa, yang Berkepribadian Kemanusiaan yang Adil dan Beradab yangmempersatukan Indonesia dan yang berkedaulatan seluruh rakyat.
B.PERMASALAHAN
Adapun masalah yang ditinjau dan dianalisis adalah antar lain:
-Demokrasi
-Demokratisasi
-Demokrasi Pancasila
-Aspek demokrasi
C.TUJUAN
Agar kita dapat membedakan antara paham demokrasi satu dengan demokrasiyang kita pakai di Indonesia. Sehingga kita dapat mengerti apa sisi yang unggul di dalamdemokrasi Pancasila.
TINJAUAN TEORI
Dalam tataran normatif, prinsip-prinsip demokrasi universal dapat kita pelajaridari berbagai tulisan. Namun, dalam tahap penerapannya kadang terjadi perbedaan atau bahkan dipraktekkan secara salah. Dalam hal ini beberapa faktor seperti faktor mentaldan sosio-kultural sangat berpengaruh. Demokrasi selalu mencoba melakukan pengaturanmengenai “Distribusi apa saja” yang diperebutkan dan mengatur cara-cara pendistribusiannya.Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang baru saja membangundemokrasi setelah keluar dari otoritarianisme orde baru pada tahun 1998. meskidemikian hingga kini banyak kalangan berpendapat bahwa Indonesia masih dalam tahap“Demokratisasi”. Artinya demokrasi yang kini coba kita bangun belum benar-benar berdiri dengan mantap. Masih banyak hal yang perlu dibangun, bukan hanya berkaitandengan sistem politik, tetapi juga budaya, hukum, dan perangkat-perangkat lain yang penting bagi tumbuhnya demokrasi dan masyarakat madani.Sebagai sebuah gagasan, demokrasi sebenarnya sudah banyak dibahas atau bahkan dicoba diterapkan di Indonesia. Pada awal kemerdekaan Indonesia berbagai haldengan negara-masyarakat telah diatur dalam UUD 1945. Para pendiri bangsa berharapagar terwujudnya pemerintahan yang segenap tumpah darah Indonesia, mewujudkankesejahteraan umum dan ikut serta dalam perdamaian dunia. Semua itu merupakangagasan-gagasan dasar yang melandasi kehidupan negara yang demokratis.
ANALISIS DAN PEMBAHASANYA.
Pengertian Demokrasi Pancasila
a.Prof. Dardji Darmodihardjo,S.H.Demokrasi pancasila adalah Paham demokrasi yang bersumber pada kepribadiandan falsafah hidup bangsa Indonesia yang perwujudannya seperti dalam ketentuan-ketentuan seperti dalam pembukaan UUD 1945. b.Prof. dr. Drs. Notonagoro,S.H.Demokrasi pancasila adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berketuhanan Yang Maha Esa,yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab, yang mempersatukan Indonesia danyang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.c.Ensiklopedi IndonesiaDemokrasi Indonesia berdasarkan Pancasila yang meliputi bidang-bidang politik sosial ekonomi, serta yang dalam penyelesaian masalah-masalah nasional berusahasejauh mungkin menempuh jalan permusyawaratan untuk mencapai mufakat.
B.ASPEK DEMOKRASI
Berdasarkan pengertian dan Pendapat tentang demokrasi Pancasila dapatdikemukakan aspek-aspek yang terkandung di dalamnya.a.Aspek Material (Segi Isi/Subsrtansi)Demokrasi Pancasila harus dijiwai dan diintegrasikan oleh sila-sila lainnya.Karena itulah, pengertian demokrasi pancasila tidak hanya merupakan demokrasi politik tetapi juga demokrasi ekonomi dan sosial (Lihat amandemen UUD 1945 dan penyelesaiannya dalam pasal 27,28.29,30,31, 32, 33. dan 34). b.Aspek FormalMempersoalkan proses dan cara rakyat menunjuk wakil-wakilnya dalam badan- badan perwakilan rakyat dan pemerintahan dan bagaimana mengatur permusyawaratanwakil-wakil rakyat secara bebas, terbuka, dan jujur untuk mencapai kesepakatan bersama.c.Aspek Normatif Mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang membimbing dan menjadikriteria pencapaian tujuan.d.Aspek Optatif Mengetengahkan tujuan dan keinginan yang hendak dicapai.e.Aspek OrganisasiMempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksaan demokrasi pancasila dimana wadah tersebut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai.f.Aspek KejiwaanMenjadi semangat para penyelenggara negara dan semangant para pemimpin pemerintah.
C.PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI
Adapun Prinsip-prinsip Pancasila:a.Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia b.Keseimbangan antara hak dan kewajibanc.Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral kepadaTuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, dan orang laind.Mewujudkan rasa keadilan sosiale.Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat.f.Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaang.Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.
D.Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dalam Waktu 50 Tahun
a.Periode 1945-1949 dengan Undang-Undang 1945 seharusnya berlakudemokrasi Pancasila, namun dalam penerapan berlaku demokrasi Liberal. b.Periode 1949-1950 dengan konstitusi RIS berlaku demokrasi liberal.c.Periode 1950- 1959 UUDS 1950 berlaku demokrasi Liberal dengan multi-Partaid.Periode 1959-1965 dengan UUD 1945 seharusnya berlaku demokrasiPancasila namun yang diterapkan demokrasi terpimpin ( cenderungotoriter)e.Periode 1966-1998 dengan UUD 1945 berlaku demokrasi Pancasila(cenderung otoriter)f.Periode 1998- sekarang UUD 1945, berlaku Demokrasi Pancasila( cenderung ada perubahan menuju demokratisasi).
D.KESIMPULAN
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa demokrasi yang ada di indonesia dapat berubah secara berkala dari kurun waktu ke waktu.Karena adanya pertimbangan-pertimbangan kekuasaan negara terpimpin oleh pemerintah kita.Namun kita harus mengetahui bahwa demokrasi adalah demokrasi yang dihayati oleh bangsa dan negara Indonesia yang dijiwaidan diintegrasikan oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Adapun aspek dari DemokrasiPancasila antara lain di bidang aspek Aspek Material (Segi Isi/Subsrtansi), Aspek Formal, Aspek Normatif, Aspek Optatif, Aspek Organisasi, Aspek Kejiwaan.
E.PENUTUP
Sekian makalah yang saya saya muat dan kerjakan, sekiranya dapat bermanfaat untuk kita semua dan sebagai tugas pelengkap saya.Walaupun debahagian dari makalah ini tidak sepenuhnya dikerjakan sendiri,dan dengan bantuan dari teknologi saat skarang ini yang dengan mudah di akses, sehinngga makalah saya ini delesai dengan tepat waktu.Demokrasi sesungguhnya demokrasi yang benar-benar sesuai aturan yang ditetapkan oleh negara dan hukum.Semoga demokrasi di Indonesia menjadi panutan kita semua, dan bisa dicontohkan oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan membawa masyarakatnya makmur dan sentausa.
Daftar Pustaka
MM, Drs. Budiyanto.2002.Kewarganegaraan SMA Untuk Kelas X.Jakarta: Erlangga.
Dkk, Suardi Adubakar. 2002.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk Kelas2 SMU.Bogor: Yudistira.
Scribd.
Google.
Kamis, 15 Desember 2011
CONTOH DARI EXPERT SYSTEM
Expert System atau Sistem Pakar adalah software ( perangkat lunak ) yang mencoba menyediakan jawaban atas permasalahan atau membenarkan suatu keraguan yang dialami oleh seseorang. Suatu Sistem Pakar biasanya menguasai secara spesifik pada suatu bidang studi tertentu. Sistem Pakar juga merupakan bagian dari Artificial Intelligence ( nanti akan saya bahas lebih jauh ). Ada beberapa cara untuk mensimulasikan Sistem Pakar ini, antara lain adalah dengan cara :
1. Membuat suatu Knowledge Base ( Database Pengetahuan ) sehingga nantinya Sistem Pakar dapat seolah – olah berfikir ( Reasoning / Think ) mengenai masalah yang sedang ia hadapi.
2. Mengajari komputer pengetahuan – pengetahuan umum seputar bidang studi tertentu. Sehingga nantinya hasil pemikiran Sistem Pakar ini mempunyai dasar yang tepat dan akurat.
Berikut adalah contoh dari penggunaanexpert system :
· Industri makanan menggunakan expert system untuk menyimpan keahlian dari seorang ahli yang sudah mendekati masa pension.
· Pada tahap penganalisa data pada suatu perusahaan juga dibutuhkan sumber data yang kemudian nantinya diolah dan disimpan pada suatu system computer baik berupa jaringan.
1. Membuat suatu Knowledge Base ( Database Pengetahuan ) sehingga nantinya Sistem Pakar dapat seolah – olah berfikir ( Reasoning / Think ) mengenai masalah yang sedang ia hadapi.
2. Mengajari komputer pengetahuan – pengetahuan umum seputar bidang studi tertentu. Sehingga nantinya hasil pemikiran Sistem Pakar ini mempunyai dasar yang tepat dan akurat.
Berikut adalah contoh dari penggunaanexpert system :
· Industri makanan menggunakan expert system untuk menyimpan keahlian dari seorang ahli yang sudah mendekati masa pension.
· Pada tahap penganalisa data pada suatu perusahaan juga dibutuhkan sumber data yang kemudian nantinya diolah dan disimpan pada suatu system computer baik berupa jaringan.
Senin, 12 Desember 2011
TUGAS TULISAN
8.PENGANTAR SIM
1. Konsep Dasar
Konsep Dasar Sistem Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu
penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya.
- Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah :
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
- Suatu prosedur adalah : suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
- Definisi lain dari prosedur adalah : urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya
- Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
- Karakteristik sistem yaitu : mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.
2.Klasifikasi sistem
1. Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2. Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
3. Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic)
4. Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.
3.Teknologi Sistem
Blok teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi.
-Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
-Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem).
-Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program).
-Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)
- Blok basis data merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
- Blok kendali Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi. 1.5. Jenis-jenis Sistem Informasi Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian (gambar 1) : 1. Transaction Processing Systems (TPS) TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
6.KOMPUTER SEBAGAI ALAT PEMECAHAN MASALAH
1.Pemrosesan Komputer
DASAR – DASAR PEMROSESAN KOMPUTER
Komputer sebagai Elemen dalam Sistem Informasi
♦ Super Computer terutama digunakan untuk
perhitungan ilmiah
♦ Mainframe sebagai tulang punggung pengolahan di
organisasi besar
♦ Mini Computer dalam banyak hal melampaui kinerja
unit yang lebih besar
♦ Micro Computer sebagian besar sirkuit utamanya
berbentuk silicon IC chip yg disebut Microprocessor
♦ PC adalah micro computer yang yang digunakan oleh
satu orang atau mungkin beberapa orang
♦ Small Business computer adalah komputer mini/micro
multiuser
♦ Laptop beratnya sekitar 4 kg
♦ Notebook beratnya sekitar 2 – 3 kg
♦ Palmtop beratnya sekitar 1.5 kg
♦ Pen Computer berkemampuan menerima input yang
ditulis pada layarnya dengan pena khusus
ARSITEKTUR KOMPUTER
Data Input
♦ Komputer pertama menggunakan magnetic drum dan
magnetic core untuk penyimpanan primer
♦ Sejak tahun 1964 penyimpanan yang terbuat dari IC
mulai menggantikan drum dan core
♦ Penyimpanan primer ada dalam berbagai bentuk yang
memberikan beragam kemampuan dalam hal operasi
dan kecepatan yaitu RAM, ROM dan Cache Memory
RAM (Random Access Memory)
♦ IC yang berfungsi sebagai bagian penyimpanan
primer yg digunakan utk menyimpan software & data
♦ RAM memungkinkan operasi baca maupun tulis
♦ Mempunyai sifat mudah hilang (volatile) karena isinya
hilang saat daya listrik dimatikan
Data
Input
CPU
Informasi
Output
Unit
Pengendali
Unit
Penyimpanan
Primer
Arithmatic and
Logic Unit
Unit
Penyimpanan
Skunder
ROM (Read Only Memory)
♦ Jenis khusus penyimpanan primer dapat dibaca tapi
tidak dapat ditulis
♦ Untuk menyimpan material seperti instruksi-instruksi
yang memberitahukan komputer apa yang harus
dilakukannya saat dinyalakan
♦ Bersifat tidak mudah hilang (nonvolatile) yaitu isinya
tidak terhapus saat daya listrik sistem dimatikan
Cache Memory
♦ RAM khusus yang sangat cepat dan sangat mahal
yang ditempatkan di antara RAM biasa dan processor
♦ Isi cache memory diperiksa oleh processor sebelum
mencari instruksi program/data di RAM biasa
♦ Jika Cache Memory mempunyai isi yang diperlukan,
pengambilan dapat dilakukan lebih cepat daripada jika
RAM biasa dilibatkan.
2.Arsitektur Komputer
arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll.
Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori: Set instruksi (ISA)Arsitektur mikro dari ISA, dan Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.Mengetahui arsitektur dasar dari semua sistem komputer.Memahami peranan pentimpanan primer dalam penggunaan komputer dan memahami peran alat input dan output dalam pemecahan masalah Memahami kemampuan software dan aplikasi dalam pemecahan masalah Mengerti isi dari manajemen data, bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diakses dan digunakan Mengenal konsep database berkembang dan pengaruhnya terhadap pemrosesan komputer Mengetahui apa itu sistem manajemen database Memahami bagaimana model komunikasi dasar yang menjelaskan komunikasi manusia juga dapat diterapkan pada komunikasi data yang menggunakan peralatan komputer.
3.Komunikasi Data
komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet
Secara umum ada dua jenis komunikasi data, yaitu:
Melalui Infrastruktur Terestrial
Menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya. Membutuhkan biaya yang tinggi untuk membangun infrastruktur jenis ini. Beberapa layanan yang termasuk teresterial antara lain: Sambungan Data Langsung (SDL), Frame Relay, VPN MultiService dan Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP).
Melalui Satelit
Menggunakan satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicakup akses satelit lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak memungkinkan dibangunnya infrastruktur terestrial namun membutuhkan waktu yang lama untuk berlangsungnya proses komunikasi. Kelemahan lain dari komunikasi via satelit adalah adanya gangguan yang disebabkan oleh radiasi gelombang matahari (Sun Outage) dan yang paling parah terjadi setiap 11 tahun sekali.
9.PENGENALAN DATABASE
• Database, adalah Gabungan dari beberapa data yang diolah dan diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga didapatkan suatu hubungan atau relasi antara kedua data tersebut serta dapat dipakai secara bersama oleh beberapa pengguna aplikasi
• Database, adalah Gabungan dari beberapa data yang diolah dan diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga didapatkan suatu hubungan atau relasi antara kedua data tersebut serta dapat dipakai secara bersama oleh beberapa pengguna aplikasi
• Ada 2 cara yang dilakukan dalam menggunakan Dbase, yaitu :
• Modus Langsung : dilakukan dengan mengetikkan perintah langsung setelah munculnya dot prompt
• Modus Program : dilakukan dengan menuliskan rangkaian perintah dalam program
• Membuat File Database
Perintah yang digunakan adalah :
. CREATE
CREATE digunakan untuk mendefinisikan struktur database yang baru. Aturan dalam pemberian nama file :
1. Tidak boleh lebih dari 8 karakter
2. Tidak boleh ada spasi
3. Tidak boleh dimulai dengan angka
Yang berperan sebagai kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.Istilah “informasi dan data” seringkali digunakan dan dapat ditukar, bagaimana informasi didefinisikan secara umum sebagai data yang berarti atau berguna untuk pemakai oleh karena itu data item adalah bahan dasar untuk menghasilkan informasi.Database berisi semua data yang digunakan untuk aplikasi software.sekumpulan penyimpanan data sering dihubungkan sebagai suatu file.bentuk fisik dari penyimpanan data ditunjukan oleh media penyimpanan fisik(Pita komputer,disk,diskette,dll) yang berguna untuk secondary storage.
1.SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan keputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer misalnya, merupakan salah satu alternatif jawaban yang tepat jika pihak manajemen menginginkan suatu sumber informasi yang dapat menghasilkan masukan sesuai yang diinginkannya.
2.DAUR HIDUP SISTEM
Di dalam system informasi sering terjadi kegagalan besar. Ini disebabkan tidak adanya atau buruknya teknik pengembangan system. Karena kegagalan tersebut kesadaran akan pentingnya pengembangan system mulai dikembangkan dengan menerapkan system life cycle atau biasa disebut daur hidup system informasi.
Istilah daur hidup (life cycle) tersebut digunakan untuk menjelaskan tahap-tahap dan langkah-langkah pengembangannya. Daur hidup system informasi terletak pada system informasi tersebut. Maka hendaklah kita sebagai pembuat system memahami daur tersebut. Daur hidup system informasi sering dikaitkan dengan system engineering, maka disini penulis akan sedikit menerangkan kedua system tersebut.
Siklus Engineering sama/serupa dengan SIklus Sistem Informasi
Meliputi 5 tahapan penting yakni :
1. Perencanaan (planning)
2. Analisis (analysys)
3. Desain (design)
4. Pelaksanaan atau konstruksi (implementation/construction)
5. Perawatan (maintenance)
Perencanaan dimaksudkan kita sebagai peracang system mampu mengumpulkan informasi tentang permasalahn atau kejadian yang ingin dikaitkan dengan system tersebut, serta mulai menetukan kriteria dan pembatasan pemeceahan masalah tersebut yang kemudian memberikan alternatif/solusi jalan keluarnya. Kemudian analisis digunakan sebagai pusat proses pengembangan system, umumnya tahap analisis dilakkan oleh tenaga ahli yang tealah berpengalaman. Selanjutnya ke tahap desain yakni mulai merancang dari apa yang telah disusun saat perancangan dan setelah peng-analisisan oleh tenaga ahli berupa suatu sitem yang umumnya baru dan kemudian baru dilakukan implementasi atau pelaksanaan dari system tersebut. Apakah dari system tersebut telah baik, atau ada kekurangan akan diketahui apabila system tersebut telah digunakan dan menghasilkan informasi bagi penggunanya. Dan tahapan terakhir adalah proses perawatan, yakni setelah ditemukan system yang terbaik yang minin dari kesalahan maka kita sebagai si pembuat system mampu men-create atau merawat system tersebut agar tidak terjadi kekeliruan dalam penggunaan system tersebut.
Disaat sekarang ini siklus hidup system informasi mulai dikembangkan lagi dengan metode terstruktur yang artinya memberikan beberapa peralatan dan metodologi kepada analisis system disamping daur hidup (life cycle) yang telah diterangkan diatas, itu semua untuk perbaikan kearah system informasi yang lebih baik.
4.INFORMATION RESOURCE MANAGEMENT
The underlying philosophy behind Information Resource Management (IRM) is to design, inventory and control all of the resources required to produce information. When standardized and controlled, these resources can be shared and re-used throughout the corporation, not just by a single user or application.
There are three classes of information resources:
BUSINESS RESOURCES - Enterprises, Business Functions, Positions (Jobs), Human/Machine Resources, Skills, Business Objectives, Projects, and Information Requirements.
SYSTEM RESOURCES - Systems, Sub-Systems (business processes), Administrative Procedures (manual procedures and office automation related), Computer Procedures, Programs, Operational Steps, Modules, and Subroutines.
DATA RESOURCES - Data Elements, Storage Records, Files (computer and manual), Views, Objects, Inputs, Outputs, Panels, Maps, Call Parameters, and Data Bases.
These three classes of information resources provides the rationale as to why there are three complementary methodologies within "PRIDE".
ENTERPRISE ENGINEERING METHODOLOGY (EEM) - for defining the mission and goals of the business and the development of an Enterprise Information Strategy synchronized with the business.
INFORMATION SYSTEMS ENGINEERING METHODOLOGY (ISEM) - for designing and building enterprise-wide information systems (business processes crossing organizational boundaries). Software Engineering is considered a subset of ISEM.
DATA BASE ENGINEERING METHODOLOGY (DBEM) - to design and develop the corporate data base, both logically and physically.
Each methodology consists of a series of defined phases, activities and operations. Laced throughout the methodologies are defined deliverables and review points to substantiate completeness and to provide an effective dialog between management and developers. The methodologies promote design correctness and the production of a quality product.
IRM/MRP ANALOGY
The concept of Information Resource Management is actually no different in intent than "Materials Resource Planning" (MRP) as used in manufacturing. Both are concerned with the efficient and cost effective use of resources. The classification and control of resources are the main objectives. Resources are classified to prove their uniqueness so that redundancy is not introduced and to promote sharing. Control is required to collect, inventory and retrieve resources as required by the business.
Whereas MRP is concerned with managing products and the parts required to produce them, IRM is concerned with managing information and the resources required to produce it.
One of the important by-products of cataloging and cross-referencing information resources is a model of the enterprise, including how it is organized and how it operates. Other benefits include:
All information resources are controllable, permitting the ability to design integrated systems and perform an "impact analysis" of a proposed resource change.
Simplified search of information resources for reuse. Redundancy of resource definition is eliminated.
Complete and current documentation of all information resources, in an organized and meaningful way.
Communications within the organization is improved since developers and users would use standard and common definitions for information resources, all of which would be in standard business terminology.
1. Konsep Dasar
Konsep Dasar Sistem Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu
penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya.
- Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah :
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
- Suatu prosedur adalah : suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
- Definisi lain dari prosedur adalah : urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya
- Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
- Karakteristik sistem yaitu : mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.
2.Klasifikasi sistem
1. Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2. Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
3. Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic)
4. Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.
3.Teknologi Sistem
Blok teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi.
-Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
-Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem).
-Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program).
-Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)
- Blok basis data merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
- Blok kendali Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi. 1.5. Jenis-jenis Sistem Informasi Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian (gambar 1) : 1. Transaction Processing Systems (TPS) TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
6.KOMPUTER SEBAGAI ALAT PEMECAHAN MASALAH
1.Pemrosesan Komputer
DASAR – DASAR PEMROSESAN KOMPUTER
Komputer sebagai Elemen dalam Sistem Informasi
♦ Super Computer terutama digunakan untuk
perhitungan ilmiah
♦ Mainframe sebagai tulang punggung pengolahan di
organisasi besar
♦ Mini Computer dalam banyak hal melampaui kinerja
unit yang lebih besar
♦ Micro Computer sebagian besar sirkuit utamanya
berbentuk silicon IC chip yg disebut Microprocessor
♦ PC adalah micro computer yang yang digunakan oleh
satu orang atau mungkin beberapa orang
♦ Small Business computer adalah komputer mini/micro
multiuser
♦ Laptop beratnya sekitar 4 kg
♦ Notebook beratnya sekitar 2 – 3 kg
♦ Palmtop beratnya sekitar 1.5 kg
♦ Pen Computer berkemampuan menerima input yang
ditulis pada layarnya dengan pena khusus
ARSITEKTUR KOMPUTER
Data Input
♦ Komputer pertama menggunakan magnetic drum dan
magnetic core untuk penyimpanan primer
♦ Sejak tahun 1964 penyimpanan yang terbuat dari IC
mulai menggantikan drum dan core
♦ Penyimpanan primer ada dalam berbagai bentuk yang
memberikan beragam kemampuan dalam hal operasi
dan kecepatan yaitu RAM, ROM dan Cache Memory
RAM (Random Access Memory)
♦ IC yang berfungsi sebagai bagian penyimpanan
primer yg digunakan utk menyimpan software & data
♦ RAM memungkinkan operasi baca maupun tulis
♦ Mempunyai sifat mudah hilang (volatile) karena isinya
hilang saat daya listrik dimatikan
Data
Input
CPU
Informasi
Output
Unit
Pengendali
Unit
Penyimpanan
Primer
Arithmatic and
Logic Unit
Unit
Penyimpanan
Skunder
ROM (Read Only Memory)
♦ Jenis khusus penyimpanan primer dapat dibaca tapi
tidak dapat ditulis
♦ Untuk menyimpan material seperti instruksi-instruksi
yang memberitahukan komputer apa yang harus
dilakukannya saat dinyalakan
♦ Bersifat tidak mudah hilang (nonvolatile) yaitu isinya
tidak terhapus saat daya listrik sistem dimatikan
Cache Memory
♦ RAM khusus yang sangat cepat dan sangat mahal
yang ditempatkan di antara RAM biasa dan processor
♦ Isi cache memory diperiksa oleh processor sebelum
mencari instruksi program/data di RAM biasa
♦ Jika Cache Memory mempunyai isi yang diperlukan,
pengambilan dapat dilakukan lebih cepat daripada jika
RAM biasa dilibatkan.
2.Arsitektur Komputer
arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dll.
Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori: Set instruksi (ISA)Arsitektur mikro dari ISA, dan Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.Mengetahui arsitektur dasar dari semua sistem komputer.Memahami peranan pentimpanan primer dalam penggunaan komputer dan memahami peran alat input dan output dalam pemecahan masalah Memahami kemampuan software dan aplikasi dalam pemecahan masalah Mengerti isi dari manajemen data, bagaimana data diorganisasikan, disimpan, diakses dan digunakan Mengenal konsep database berkembang dan pengaruhnya terhadap pemrosesan komputer Mengetahui apa itu sistem manajemen database Memahami bagaimana model komunikasi dasar yang menjelaskan komunikasi manusia juga dapat diterapkan pada komunikasi data yang menggunakan peralatan komputer.
3.Komunikasi Data
komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan. Baik lokal maupun yang luas, seperti internet
Secara umum ada dua jenis komunikasi data, yaitu:
Melalui Infrastruktur Terestrial
Menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya. Membutuhkan biaya yang tinggi untuk membangun infrastruktur jenis ini. Beberapa layanan yang termasuk teresterial antara lain: Sambungan Data Langsung (SDL), Frame Relay, VPN MultiService dan Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP).
Melalui Satelit
Menggunakan satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicakup akses satelit lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak memungkinkan dibangunnya infrastruktur terestrial namun membutuhkan waktu yang lama untuk berlangsungnya proses komunikasi. Kelemahan lain dari komunikasi via satelit adalah adanya gangguan yang disebabkan oleh radiasi gelombang matahari (Sun Outage) dan yang paling parah terjadi setiap 11 tahun sekali.
9.PENGENALAN DATABASE
• Database, adalah Gabungan dari beberapa data yang diolah dan diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga didapatkan suatu hubungan atau relasi antara kedua data tersebut serta dapat dipakai secara bersama oleh beberapa pengguna aplikasi
• Database, adalah Gabungan dari beberapa data yang diolah dan diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga didapatkan suatu hubungan atau relasi antara kedua data tersebut serta dapat dipakai secara bersama oleh beberapa pengguna aplikasi
• Ada 2 cara yang dilakukan dalam menggunakan Dbase, yaitu :
• Modus Langsung : dilakukan dengan mengetikkan perintah langsung setelah munculnya dot prompt
• Modus Program : dilakukan dengan menuliskan rangkaian perintah dalam program
• Membuat File Database
Perintah yang digunakan adalah :
. CREATE
CREATE digunakan untuk mendefinisikan struktur database yang baru. Aturan dalam pemberian nama file :
1. Tidak boleh lebih dari 8 karakter
2. Tidak boleh ada spasi
3. Tidak boleh dimulai dengan angka
Yang berperan sebagai kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.Istilah “informasi dan data” seringkali digunakan dan dapat ditukar, bagaimana informasi didefinisikan secara umum sebagai data yang berarti atau berguna untuk pemakai oleh karena itu data item adalah bahan dasar untuk menghasilkan informasi.Database berisi semua data yang digunakan untuk aplikasi software.sekumpulan penyimpanan data sering dihubungkan sebagai suatu file.bentuk fisik dari penyimpanan data ditunjukan oleh media penyimpanan fisik(Pita komputer,disk,diskette,dll) yang berguna untuk secondary storage.
1.SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan keputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer misalnya, merupakan salah satu alternatif jawaban yang tepat jika pihak manajemen menginginkan suatu sumber informasi yang dapat menghasilkan masukan sesuai yang diinginkannya.
2.DAUR HIDUP SISTEM
Di dalam system informasi sering terjadi kegagalan besar. Ini disebabkan tidak adanya atau buruknya teknik pengembangan system. Karena kegagalan tersebut kesadaran akan pentingnya pengembangan system mulai dikembangkan dengan menerapkan system life cycle atau biasa disebut daur hidup system informasi.
Istilah daur hidup (life cycle) tersebut digunakan untuk menjelaskan tahap-tahap dan langkah-langkah pengembangannya. Daur hidup system informasi terletak pada system informasi tersebut. Maka hendaklah kita sebagai pembuat system memahami daur tersebut. Daur hidup system informasi sering dikaitkan dengan system engineering, maka disini penulis akan sedikit menerangkan kedua system tersebut.
Siklus Engineering sama/serupa dengan SIklus Sistem Informasi
Meliputi 5 tahapan penting yakni :
1. Perencanaan (planning)
2. Analisis (analysys)
3. Desain (design)
4. Pelaksanaan atau konstruksi (implementation/construction)
5. Perawatan (maintenance)
Perencanaan dimaksudkan kita sebagai peracang system mampu mengumpulkan informasi tentang permasalahn atau kejadian yang ingin dikaitkan dengan system tersebut, serta mulai menetukan kriteria dan pembatasan pemeceahan masalah tersebut yang kemudian memberikan alternatif/solusi jalan keluarnya. Kemudian analisis digunakan sebagai pusat proses pengembangan system, umumnya tahap analisis dilakkan oleh tenaga ahli yang tealah berpengalaman. Selanjutnya ke tahap desain yakni mulai merancang dari apa yang telah disusun saat perancangan dan setelah peng-analisisan oleh tenaga ahli berupa suatu sitem yang umumnya baru dan kemudian baru dilakukan implementasi atau pelaksanaan dari system tersebut. Apakah dari system tersebut telah baik, atau ada kekurangan akan diketahui apabila system tersebut telah digunakan dan menghasilkan informasi bagi penggunanya. Dan tahapan terakhir adalah proses perawatan, yakni setelah ditemukan system yang terbaik yang minin dari kesalahan maka kita sebagai si pembuat system mampu men-create atau merawat system tersebut agar tidak terjadi kekeliruan dalam penggunaan system tersebut.
Disaat sekarang ini siklus hidup system informasi mulai dikembangkan lagi dengan metode terstruktur yang artinya memberikan beberapa peralatan dan metodologi kepada analisis system disamping daur hidup (life cycle) yang telah diterangkan diatas, itu semua untuk perbaikan kearah system informasi yang lebih baik.
4.INFORMATION RESOURCE MANAGEMENT
The underlying philosophy behind Information Resource Management (IRM) is to design, inventory and control all of the resources required to produce information. When standardized and controlled, these resources can be shared and re-used throughout the corporation, not just by a single user or application.
There are three classes of information resources:
BUSINESS RESOURCES - Enterprises, Business Functions, Positions (Jobs), Human/Machine Resources, Skills, Business Objectives, Projects, and Information Requirements.
SYSTEM RESOURCES - Systems, Sub-Systems (business processes), Administrative Procedures (manual procedures and office automation related), Computer Procedures, Programs, Operational Steps, Modules, and Subroutines.
DATA RESOURCES - Data Elements, Storage Records, Files (computer and manual), Views, Objects, Inputs, Outputs, Panels, Maps, Call Parameters, and Data Bases.
These three classes of information resources provides the rationale as to why there are three complementary methodologies within "PRIDE".
ENTERPRISE ENGINEERING METHODOLOGY (EEM) - for defining the mission and goals of the business and the development of an Enterprise Information Strategy synchronized with the business.
INFORMATION SYSTEMS ENGINEERING METHODOLOGY (ISEM) - for designing and building enterprise-wide information systems (business processes crossing organizational boundaries). Software Engineering is considered a subset of ISEM.
DATA BASE ENGINEERING METHODOLOGY (DBEM) - to design and develop the corporate data base, both logically and physically.
Each methodology consists of a series of defined phases, activities and operations. Laced throughout the methodologies are defined deliverables and review points to substantiate completeness and to provide an effective dialog between management and developers. The methodologies promote design correctness and the production of a quality product.
IRM/MRP ANALOGY
The concept of Information Resource Management is actually no different in intent than "Materials Resource Planning" (MRP) as used in manufacturing. Both are concerned with the efficient and cost effective use of resources. The classification and control of resources are the main objectives. Resources are classified to prove their uniqueness so that redundancy is not introduced and to promote sharing. Control is required to collect, inventory and retrieve resources as required by the business.
Whereas MRP is concerned with managing products and the parts required to produce them, IRM is concerned with managing information and the resources required to produce it.
One of the important by-products of cataloging and cross-referencing information resources is a model of the enterprise, including how it is organized and how it operates. Other benefits include:
All information resources are controllable, permitting the ability to design integrated systems and perform an "impact analysis" of a proposed resource change.
Simplified search of information resources for reuse. Redundancy of resource definition is eliminated.
Complete and current documentation of all information resources, in an organized and meaningful way.
Communications within the organization is improved since developers and users would use standard and common definitions for information resources, all of which would be in standard business terminology.
Rabu, 30 November 2011
tugas 8
Sistem Informasi Manajemen
1.1. Konsep Dasar Sistem Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu
penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya.
- Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah :
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
- Suatu prosedur adalah : suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
- Definisi lain dari prosedur adalah : urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya
- Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
- Karakteristik sistem yaitu : mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.
- Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :
1. Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2. Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
3. Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic)
4. Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.
1.2. Konsep Dasar Informasi
Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya harus dikelola. Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan.
- Definisi informasi adalah : data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
- Data adalah : kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan kesatuan yang nyata.
- Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
- Siklus informasi : Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk menghasilkan informasi melalui suatu model.
Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan data (siklus informasi).
- Kebutuhan informasi didasarkan pada :
1. kegiatan bisnis yang semakin komplek.
2. Kemampuan komputer yang semakin meningkat.
Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh manager, non manager ataupun perorangan dalam suatu perusahaan.
- Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu :
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut.
- Komponen akurat meliputi : – Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. – Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran. – Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.
2. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
3. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
4. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. 1.3. Konsep Dasar Sistem Informasi Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. ?? Definisi sistem informasi adalah : suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. ?? Definisi lain sistem informasi adalah : kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan. 1.4. Komponen Sistem Informasi Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu : blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali. Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya. ?? Blok masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
- Blok model terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
- Blok keluaran produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.
- Blok teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi.
Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
-Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem).
-Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program).
-Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)
- Blok basis data merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
- Blok kendali Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi. 1.5. Jenis-jenis Sistem Informasi Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian (gambar 1) : 1. Transaction Processing Systems (TPS) TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi.
Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing. KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan.
SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Decision Support Systems (DSS) DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data.
DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI) AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis.Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW) Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
7. Executive Support Systems (ESS) ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
Jenis-jenis Sistem
Contoh sistem informasi antara lain :
1. Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
2. Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.
3. Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.
4. Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh tempo.
5. Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien.
Kemampuan utama sistem Informasi 6. melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
7. menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah.
8. menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
9. memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah.
10. meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
11. mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
12. mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
13. pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual.
Pengembangan Sistem Informasi Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu :
1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama, permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi,
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
3. Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah). Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
Analis Sistem
Definisi Analisis Sistem Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
Analis Sistem Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut.
Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan komputer.
Peranan Analis Sistem Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
1. Sebagai konsultan
2. Sebagai ahli pendukung
3. Sebagai agen perubahan
Tugas Analis Sistem Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :
1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.
2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut
1.1. Konsep Dasar Sistem Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu
penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya.
- Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah :
suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
- Suatu prosedur adalah : suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
- Definisi lain dari prosedur adalah : urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya
- Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
- Karakteristik sistem yaitu : mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.
- Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :
1. Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2. Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
3. Sistem sebagai sistem tertentu (deterministic) dan sistem tak tentu (probabilistic)
4. Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.
1.2. Konsep Dasar Informasi
Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya harus dikelola. Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha. Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan.
- Definisi informasi adalah : data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
- Data adalah : kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan kesatuan yang nyata.
- Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
- Siklus informasi : Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk menghasilkan informasi melalui suatu model.
Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan data (siklus informasi).
- Kebutuhan informasi didasarkan pada :
1. kegiatan bisnis yang semakin komplek.
2. Kemampuan komputer yang semakin meningkat.
Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh manager, non manager ataupun perorangan dalam suatu perusahaan.
- Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu :
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak isi dari informasi tersebut.
- Komponen akurat meliputi : – Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. – Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kebenaran. – Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.
2. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
3. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.
4. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. 1.3. Konsep Dasar Sistem Informasi Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. ?? Definisi sistem informasi adalah : suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. ?? Definisi lain sistem informasi adalah : kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi) guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan. 1.4. Komponen Sistem Informasi Komponen sistem informasi yang disebut blok bangunan yaitu : blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data dan blok kendali. Keenam blok tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya. ?? Blok masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi, termasuk metode dan media untuk memperoleh data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen dasar.
- Blok model terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi/mentranspormasi data masukan dan data yang tersimpan dalam basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
- Blok keluaran produk dari sistem informasi adalah keluaran berupa informasi yang berkualitas.
- Blok teknologi merupakan kotak alat (tool-box) dalam sistem informasi.
Teknologi terdiri dari 3 bagian utama yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
-Teknisi dapat berupa orang-orang yang mengetahui teknologi dan membuatnya beroperasi (operator komputer, pemrogram, operator pengolah data, spesialis telekomunikasi, analis sistem).
-Teknologi perangkat lunak berupa aplikasi-aplikasi perangkat lunak (program).
-Teknologi perangkat keras berupa teknologi masukan (semua perangkat yang digunakan untuk menangkap data seperti : keyboard, scanner, barcode), teknologi keluaran (perangkat yang dapat menyajikan informasi yang dihasilkan seperti : monitor, printer), teknologi pemroses (komponen CPU), teknologi penyimpanan (semua peralatan yang digunakan untuk menyimpan data seperti : magnetik tape, magnetik disk, CD) dan teknologi telekomunikasi (teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh seperti internet dan ATM)
- Blok basis data merupakan kumpulan dari file data yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
- Blok kendali Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi. 1.5. Jenis-jenis Sistem Informasi Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian (gambar 1) : 1. Transaction Processing Systems (TPS) TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer.
2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS)
OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi.
Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing. KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan.
SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Decision Support Systems (DSS) DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data.
DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5. Sistem Ahli (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI) AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis.Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW) Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
7. Executive Support Systems (ESS) ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
Jenis-jenis Sistem
Contoh sistem informasi antara lain :
1. Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
2. Sistem POS (Point Of Sale) yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.
3. Sistem layanan akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester.
4. Sistem penjualan secara kredit agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh tempo.
5. Sistem smart card yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien.
Kemampuan utama sistem Informasi 6. melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar dan dengan kecepatan tinggi.
7. menyediakan kominukasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah.
8. menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
9. memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah.
10. meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau beberapa lokasi.
11. mengotomatisasikan proses-proses bisnis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
12. mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
13. pembiayaan yang lebih murah daripada pengerjaan secara manual.
Pengembangan Sistem Informasi Pengembangan sistem dapat berati menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki/diganti disebabkan beberapa hal, yaitu :
1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama, permasalahan yang timbul dapat berupa ketidakberesan, pertumbuhan organisasi,
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
3. Adanya instruksi-instruksi (dari pimpinan atau dari luar organisasi misalnya pemerintah). Pengembangan sistem informasi yang berbasis komputer dapat merupakan tugas kompleks yang membutuhkan banyak sumber daya dan dapat memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
Analis Sistem
Definisi Analisis Sistem Menurut Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
Analis Sistem Menurut Yogiyanto (1995) analis sistem (analis informasi) adalah orang yang menganalis sistem (mempelajari masalah-masalahan yang timbul dan menentukan kebutuhan pemakai sistem) untuk mengidentifikasikan pemecahan permasalahan tersebut.
Menurut Kristanto (2003) analis sistem adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis sebuah sistem, memilih alternatif pemecahan masalah dan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan komputer.
Peranan Analis Sistem Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
1. Sebagai konsultan
2. Sebagai ahli pendukung
3. Sebagai agen perubahan
Tugas Analis Sistem Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :
1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.
2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut
Langganan:
Postingan (Atom)